
![]() |
|---|
![]() |
![]() |
Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Topografi
Kelerengan di Bondokenceng daerah ini adalah berupa landai dengan persentase 45%, datar sebesar 25%, agak curam dan curam sebesar 30%. Sebagian besar klasifikasi wilayah studi berupa curam dan agak curam, sesuai dengan letak geografis wilayah studi yang berdekatan dengan laut jawa sehingga merupakan dataran rendah.
Klimatologi
Pada wilayah studi di Kabupaten Kendal, yaitu Kota Kendal, Kecamatan Patebon, Kecamatan Cepiring, Kecamatan Ngampel, dan Kecamatan Pegandon memiliki tingkat curah hujan seragam berkisar 2000 mm/tahun. Dari keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar wilayah studi memiliki tingkat curah hujan yang tinggi hingga sedang.
Bahaya Geologi
Kabupaten Kendal mempunyai dua jenis pergerakan tanah, yakni sangat rendah dan rendah. Pada gambar 7 dapat dilihat bahwa bagian selatan wilayah studi, tepatnya di Kecamatan Pegandon mempunyai jenis pergerakan tanah yang rendah, sedangkan secara keseluruhan wilayah studi memiliki pergerakan sangat rendah.
Litologi
Jenis tanah yang terdapat di Kecamatan Kota Kendal, Kecamatan Patebon, Kecamatan Cepiring, Kecamatan Ngampel, dan Kecamatan Pegandon mayoritas adalah jenis tanah aluvial. Jenis – jenis batuan yang ada di wilayah studi mayoritas adalah jenis batuan alluvium.
Hidrogeologi
kemampuan produksi yang bervariasi. Berdasarkan produktifitas dan persebarannya, daerah akuifer di wilayah studi terbagi menjadi delapan akuifer yaitu:
1. Akuifer dengan produktifitas tinggi dan penyebaran luas
2. Akuifer langka (daerah air tanah langka)
3. Akuifer produktif dan setempat
4. Akuifer produktif dengan penyebaran luas
5. Akuifer produktif dengan penyebaran luas dan daerah penggaraman
6. Akuifer produktif sedang dengan penyebaran luas
7. Akuifer produktif sedang dengan penyebaran luas dan daerah penggaraman
8. Tambak air payau



